Halaman


Glitter Words

Minggu, 30 Juni 2013



MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
ANALISIS KEBERHASILAN USAHA





DISUSUN OLEH :
N E L A  I N D A H  P R A T I W I
45211123
2DA01 / AKUNTANSI KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA


DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………… 1

Bab I PENDAHULUAN

Latar Belakang……………………………………………………………………….2
Identitas pemilik Usaha……………………………………………………………...3
Tujuan Penulisan…………………………………………………………………….4

Bab II PEMBAHASAN

Sembilan Aspek Berwirausaha……………………………………………………..5
Analisis Keberhasilan………………………………………………………………..8

Bab III PENUTUP

Kesimpulan…………………………………………………………………………11




KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan YME, karena dengan karunia-Nya kami dapat menyelesaiakan  makalah yang berjudul “Analisis Keberhasilan Usaha”. Meskipun banyak hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada Ibu Ani selaku narasumber yang bersedia memberikan informasi kepada kami mengenai usaha yang sedang dijalankannya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.


Jakarta, 23 Juni 2013


Penyusun
1


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
 Kegiatan “usaha”  selalu mempunyai tujuan atau sasaran untuk memperoleh keuntungan atau laba nyata dalam bentuk rupiah. Namun demikian, laba bukanlah merupakan satu-satunya tujuan kegiatan usaha, akan tetapi masih terdapat tujuan-tujuan lain yang dapat dicapai, seperti mengurangi pengangguran atau memberi kesempatan kerja, membantu masyarakat sekitarnya, perkembangan perusahaan, prestise, dan membantu meningkatkan pendapatan pemerintah melalui pajak (Marwan Asri, 1986 : 3-4).
Sebelum memikirkan berapa keuntungan nyata yang dapat diperoleh dan cara mendapatkannya melalui kegiatan usaha tersebut, perlu dipahami dan dikaji secara lengkap mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan usaha. Hal ini penting untuk dihayati terlebih dahulu, sebab banyak orang yang beranggapan bahwa hanya karena kurang uang atau modal, maka harapan untuk memperoleh keuntungan menjadi terhambat. Sukses tidaknya suatu kegiatan usaha pada dasarnya tidak tergantung pada besar-kecilnya ukuran usaha, tetapi lebih dipengaruhi oleh bagaimana mengelolanya.
Masa-masa kritis yang harus dilalui perusahaan dalam hidupnya adalah selama lima tahun pertama sejak didirikan. Ternyata lebih dari 50% usaha kecil gagal melewati usia dua tahun pertamanya. Tidak sedikit pula usaha yang maju selagi kecil, namun kemudian jatuh setelah besar. Di samping itu, banyak pula usaha kecil yang cukup sukses ketika masih dikelola pendirinya. Dalam hal ini, pengetahuan penyebab kegagalan tersebut berguna segali sebagai bahan pelajaran yang dapat membantu untuk menentukan pilihan dan cara-cara mengurusnya (Singgih, 1986 : 2).
Kelemahan yang sering dijumapi pada usaha kecil yang gagal adalah dalam keorganisasian, keuangan, administrasi, dan pemasaran.

2



Kelemahan keorganisasian pada umumnya berupa tidak jelasnya struktur organisasi, pembagian tugas dan wewenang yang tidak jelas,  status karyawan, serta system penggajian yang tidak beres. Selain itu, kepemimpinan seorang diri mempunyai kelemahan yang dapat menghancurkan usaha, terutama jika pimpinan sakit dalam jangka waktu yang cukup lama atau bahkan meninggal dunia secara mendadak, sementara persiapan kader belum dilakukan.

Dalam bidang keuangan, biasanya pengusaha lemah dalam membuat anggaran, tidak adanya pencatatan dan pembukuan secara baik, serta tidak adanya batasan tegas antara harta milik pribadi (keluarga) dengan harta milik perusahaan. Dengan demikian, seringkali pimpinan tidak tahu tentang besarnya laba-rugi kegiatan usahanya.
Kelemahan di bidang pemasaran pada umumnya berupa ketidakserasian antara program produksi dan penjualan. Kelemahan ini juga disebabkan karena kurangnya pengamatan pasar, sehingga tidak tahu posisi pasarnya, cara menghadapi saingan, serta cara mempromosikan hasil usahanya. Kelemahan lain yang sering muncul adalah perluasan atau pengembangan usaha yang dilakukan secara emosional tanpa didukung oleh data dan fakta yang aktual.


Identitas Pemilik Usaha
Nama Pemilik                     : Ibu Ani
Umur                                  : 39 Tahun
Jenis Usaha                         : Toko Kelontong
Alamat                                : Jl. Bima  Rt/Rw : 02/04 , Pasar Minggu – Jakarta Selatan
Lama Usaha                        : 5 Tahun 

3



Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Menganalisa keberhasilan suatu kegiatan usaha
2.      Memberikan gambaran usaha sejenis ini
3.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan

4
BAB II
PEMBAHASAN

A.    SEMBILAN (9) ASPEK BERWIRAUSAHA
     1.      Peluang usaha
     Jenis usaha yang dijalankan oleh Ibu Ani adalah usaha kelontong. Usaha ini berdiri sejak 5 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Agustus 2008. Dulunya, usaha ini hanya usaha yang tergolong kecil , barang dagangan yang dijajakan hanya sebatas kebutuhan pokok yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Karena lokasinya yang strategis dengan pemukiman warga serta harganya terjangkau alias murah, lama kelamaan toko ini berkembang sehingga saat ini dapat menjajakan barang dagangan yang jumlahnya cukup banyak.
     Usaha sejenis ini memang sangat menguntungkan, disamping menyediakan kebutuhan warga, harganya juga sedikit lebih murah dibandingkan toko kelontong di sekitar kawasan ini. Tidak heran bahwa selama 6 tahun ini usaha Ibu Ani semakin lama semakin berkembang.


          2.      Pembiayaan
Setiap atau segala jenis usaha tentunya membutuhkan modal, baik modal uang maupun non uang.
Usaha toko kelontong milik Ibu Ani ini berdiri dengan modal sekitar 5 juta rupiah. Barang
dagangan yang dijajakan pada awal berdiri belum sebanyak seperti sekarang ini. Dulunya toko ini
hanya berupa toko kecil dengan etalase yang masih sederhana dan belum sebanyak sekarang.

3.      Pemasaran
Sistem pemasaran Ibu Ani sangatlah sederhana, dia melakukan sistem penjualan tunai dan sistem
pembayaran langsung meskipun ada beberapa orang yang melakukan pembelian secara kredit
tetapi tidak lebih dari 10 % dari yang melakukanpembelian tunai dan itupun orang yang melakukan pembelian secara kredit adalah orang yang bertempat tinggal di sekitar rumah yang memang sudah kenal lama. Seperti yang disampaikan oleh Ibu Ani, bahwa orang-orang yang melakukan pembelian tunai tidak dalam jumlah banyak dan tidak dalam nominal yang besar, semuanya masih bisa di kendalikan.

5
    4.    Kepemilikan 
     Usaha yang dirintis  oleh Ibu Ani ini adalah usaha perorangan yang memang sumber daya manusianya hanya dilingkungan keluarga. Ibu Ani sendiri yang menjadi pelaksana usaha tersebut. Toko kelontong Ibu Ani sudah mulai start sekitar pukul 06.00 wib dan tutup pukul 22.00 wib . Jika Ibu Aninya sedang ada urusan lain atu sedang ada yang dikerjakan, maka salah satu keluarganyalah yang menjaga toko tersebut, misalnya seperti anak-anaknya ataupun suaminya.

5.      Sumber Daya Manusia
Berhubung usaha ini adalah usaha milik keluarga dan bukan usaha sejenis perusahaan, maka tidak ada pengelolaan sumber daya manusianya seperti kriteria ataupun sistem perekrutan pegawai.

6.   Organisasi
Dalam usaha ini bentuk kerjasama yang paling diutamakan adalah tolong menolong dan rasa kepemilikan usaha bahwa ini adalah usaha keluarga dan penunjang kehidupan mereka bersama.

7.   Kepemimpinan
Kepemimpinan dalam usaha ini sama halnya seperti anggota kelurga saling bantu membantu dalam menjalankan usaha yang sedang mereka jalankan.



6
1.      Evaluasi Usaha
·         Aspek Pasar
      Pangsa pasar usaha Ibu Ani ini tidak dikatakan sempit dan belum bisa dikatakan luas.Karena
pembeli yang berdatangan memang mereka yang bermukim di daerah sekitar tempat tinggal Ibu
Ani yang berdatangan terus menerus setiap hari atau bisa dikatakan pelanggan tetap.
Proses pemasarannya sudah bisa dikatakan sukses, karena pelanggan membeli secara tunai,
meskipun ada sekitar 10 % yang melakukan pembelian secara kredit tetapi itu tidak menjadi
kendala yang begitu berarti untuk Ibu Ani.
Akan tetapi ada kiat-kiat yang dijalankan oleh Ibu Ani dalam menarik pelanggan antara lain
bersikap ramah kepada pelanggan agar pelanggan tidak kapok dan akan kembali berbelanja di
tokonya, kemudian harus telaten dan juga harus menghitung pengeluaran dan penerimaannya
secara berkala.

·         Aspek Teknis dan Teknologi
Untuk aspek dan teknologi ini tidak terlalu berpengaruh terhadap kegiatan perdagangan ini.
Usaha sejenis ini lebih banyak membutuhkan peralatan-peralatan, seperti menambah jumlah
etalase agar barang dagangan yang di pajang menarik dan pembeli ketika tidak berniat membeli
barang tersebut tetapi karena dia melihat di lemari kaca maka kemungkinan besar si pembeli
tersebut akan membeli barang itu. Kemudian lemari pendingin untuk mendinginkam minuman
yang  memang sangat segar jika di minum dalam keadaan dingin.

·         Aspek Keuangan
Laba yang dihasilkan setiap harinya bisa mencapai dua ratus sampai empat ratus ribu rupiah. 

7


·         Aspek Organisasi
Manajemen pada usaha ini tidak terlalu sulit, karena selain usaha ini milik pribadi, usaha sejenis
ini tidak membutuhkan banyak pegawai yang harus diarahkan dan di awasi. Usaha ini hanya
memerlukan kerjasama  dan kekompakan dalam setiap anggota keluarga Ibu Ani .

·         Aspek Lingkungan
Tempat usaha ini memanfaatkan rumah bertingkat dua yang menjadi tempat tinggal Ibu Ani
sekeluarga, dan rumah ini belum bisa dikatakan tergolong mewah, akan tetapi sederhana.
Budaya kerja bisa dikatakan baik, karena usaha ini sudah lebih dari 3 tahun.

·         Aspek Sosial
Ditinjau dari aspek sosialnya, usaha Ibu Ani ini sangat bermanfaat jika dilihat dari sudut pandang
guna memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

9.      Pengembangan Usaha
Pengembangan usaha yang dilakukan Ibu Ani ini dari tahun ke tahun sangat beragam. Mulai dari
peningkatan dari segi sarana atau peralatan untuk melengkapai toko, kemudian dari segi kualitas
barang-barang yang dijual memang benar-benar barang yang kualitasnya terbaik, dan Ibu Ani
juga menuntut kepada anggota keluarganya agar selalu bersikap ramah dalam melayani pembeli
agar pembeli merasa senang dan akan kembali berbelanja di toko Ibu Ani lagi.

8
A.    ANALISIS KEBERHASILAN
1.      Kebutuhan Pokok
Keluarga ini memang menjalankan usaha, akan tetapi mereka berkehidupan seperti masyarakat
sederhana pada umumnya. Dari segi pangan, papan, dan sandang, mereka memenuhi layaknya
masyarakat sederhana pada umumnya, tidak kekurangan dan tidak pula berlebihan. Keluarga
Ibu Ani memiliki kendaraan berupa 1 buah motor, anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang
layak, bahkan yang paling besar sedang menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

2.      Manfaat Untuk Orang lain
Jika dilihat dari seberapa manfaatnya untuk orang lain, jenis usaha kelontong ini tentunya amat
sangat bermanfaat untuk masyarakat banyak, selain menyediakan barang-barang dagangan yang
digunakan sehari-hari oleh masyarakat, pelayanannya yang sangat ramah membuat masyarakat
tidak bosan-bosannya berbelanja di toko milik Ibu Ani. Hampir semua barang dagangan yang 
ibutuhkan amsyarakat dijajakan di toko ini, tentunya dengan harga yang sedikit lebih murah
mebuat toko ini semakin hari semakin didatangi para warga untuk berbelanja.

3.      Gaya Hidup
Ramah , itulah kata-kata yang cocok untuk menggambarkan pribadi Ibu Ani. Pribadinya yang
sederhana dan tidak terlalu glamour mermbuatnya disenangi oleh konsumen. Karena masyarakat
memang lebih senang melihat seseorang yang memang bergaya sederhana dan apa adanya
dibandingkan berpenampilan yang dilebih-lebihkan.
 9
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah usaha yang ia tekuni oleh ibu Ani berupa warung kelontong tersebut memiliki prospek bisnis yang bagus karena warung kelontong tersebut menyediakan bahan – bahan ataupun keperluan yang dibutuhkan oleh hamper semua orang hanya tinggal bagaimana kita dapat memenejemen dengan baik usaha kita pasti walaupun dimulai dari hal kecil dipastikan dapat berkembang dengan sangat baik.
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya kami sangat menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan di dalam makalah ini, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau refrensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurna nya makalah ini dan dipenulisan makalah – makalah dikesempatan selanjutnya. Semoga makalah ini berguna dan bermanfaat bagi penulis pada khususnya juga para pembaca pada umumnya

10








Minggu, 27 Januari 2013

Pengantar Basis Data



KATA PENGANTAR

Tidak dapat dipungkiri bahwa produk database sangat dibutuhkan dalam setiap pengembangan sistem informasi. Dengan database, setiap organisasi dapat menyimpan dan menstrukturkan data mereka dalam bentuk elektronik yang tersimpan dalam suatu mesin komputer server.
Dengan semakin banyak dan beragamnya produk database yang ada di pasaran saat ini, menuntut siapa saja untuk dapat memahami keunggulan dan kekurangan dari tiap-tiap produk agar dapat memenuhi kebutuhan yang ada.
Salah satu produk database server yang sangat berkualitas dan terbukti sudah banyak digunakan diseluruh dunia adalah database Oracle. Saat ini, produk database Oracle telah mencapai versi 10g (grid), yang di dalamnya mengusung teknologi terkini yaitu grid computing yang diterapkan dalam layanan database. Belum ada produk database, selain Oracle, yang mampu memberikan solusi terpadu dan komplit untuk menangani segala macam kebutuhan database.



Jakarta, 24 Oktober 2012



BAB1
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data.
Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

B.Tujuan Belajar
• Memehami masalah-masalah operasional yang ada dalam pendekatan file datar terhadap manajemen data, yang melahirkan konsep basis data.
• Memahami relasi di antara elemen-elemen yang membentuk lingkungan basis data.
• Memahami relasi di anomali-anomali yang disebabkan oleh basis yang tidak dinormalisasi dan kebutuhan akan normalisasi basis data.
• Mengetahui tahap-tahap dalam desain basis data, termasuk identifikasi konseptual, pemodelan data, kontruksi basis data fisik, dan penyiapan pandangan pengguna.


BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengantar Basis Data

· Sistem File Tradisional
Sebelumnya, sistem yang digunakan untuk mengatasi semua permasalahan bisnis, menggunakan pengelolaan data secara tradisional dengan cara menyimpan record-record pada file-file yang terpisah yang disebut juga sistem pemrosesan file.

· Sistem Basis Data
Seiring dengan berjalannya waktu, sistem pemrosesan file ditinggalkan karena masih bersifat manual yang kemudian dikembangkan sistem pemrosesan dengan pendekatan basis data.

Perbedaan antara File Manajemen tradisional dan File Manajemen Database
File Manajemen Tradisional : File Manajemen Database :
1. Program Oriented 1. Data Oriented
2. Kaku 2. Luwes
3. Adanya kerangkapan data 3. Terkontrolnya kerangkapan data

· Definisi Enterprise, Tuple, dan Derajat (Degree)

-Enterprise
Adalah suatu bentuk organisasi seperti bank, universitas, rumah sakit, pabrik dan sebagainya.

-Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang, misalnya : NPM, nama mahasiswa, alamat, kota, dll.

-Derajat (Degree)
Adalah jumlah atribut yang dimiliki oleh sebuah table atau relasi.

Atribut
Atribut merupakan kolom pada sebuah relasi. Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data

Domain
Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut

Cardinality
Jumlah tupel dalam sebuah relasi

Super key
Satu atribut / kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tuple di dalam relasi

Primary key
Merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas. Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tuple secara unik dalam relasi. Setiap kunci candidate key punya peluang menjadi primary key, tetapi sebaiknya dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap entitas yang ada.
· Pengguna Basis data
n Kepegawaian
n Pergudangan (inventory)
n Akuntansi
n Reservasi
n Perbankan
n Asuransi
n Rumah Sakit
n Produsen Barang
n Industri Manufaktur
n Pendidikan/Sekolah
n Telekomunikasi

2.Keuntungan
Kecepatan dan Kemudahan (Speed)
n Memungkinkan kita untuk dapat menyimpan dan melakukan perubahan/manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut dengan lebih cepat dan mudah.
Kebersamaan Pemakaian (Sharability)
n Pemakai basisdata tidak terbatas, pengisian data dapat dilakukan oleh beberapa orang dalam satu lokasi.
Pemusatan Kontrol Data
n Data yang ada menjadi terpusat pada satu tempat penyimpanan. Sehingga kita dapat mengaksesnya kapan saja.
Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)
n Tidak adanya redundansi data sehingga efisiensi/optimalisasi penggunaan ruang penyimpanan dapat dilakukan. Penekanan jumlah redundasi data, dilakukan dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau membuat relasi antar kelompok data yang saling berhubungan.
Keakuratan (Accuracy)
n Pemanfaatan pengkodean dengan batasan tertentu, yang membuat satu data menjadi unik dan berbeda dengan yang lain, sehingga ketika menyimpan data tidak akan ada data yang sama dalam penyimpanan.
Ketersediaan (Availability)
n karena kepentingan pemakaian data, sebuah basis data dapat memiliki data yang disebar di banyak lokasi. Dengan pemanfaatan teknologi jaringan computer, data nasabah yang berada di suatu cabang sebuah bank dapat diakses (menjadi tersedia/availibility) di cabang lainnya.
n Keamanan (Security)
Adanya password setiap pemakai basis data. Kita juga dapat menentukan siapa saja yang boleh mengakses data penting atau data biasa

Kemudahan dalam Pembuatan Program Aplikasi Baru
n Data yang disimpan dalam di eksport ke program aplikasi lain dengan menjamin terjaga/terpeliharanya data.
User View
Pemakai      dapat melihat langsung bentuk tampilan penginputan data, sehingga      memudahkan pemakai dlm mengelola data.
3. Kelemahan Sistem Basis Data
1. Memerlukan tenaga spesialis
2. Kompleks
3. Memerlukan tempat yang besar
4. Mahal

4. Konsep dan Model Basis Data

· Model data Berbasis Record
Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.

Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record.

1. Model Data Berbasis Objek
Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang umum adalah :
- entity-relationship
- semantic
- functional
- object-oriented
2. Model Data Berbasis Record
Pada model data berbasis record, basis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data berbasis record yaitu :
- model data relasional (relational)
- model data hierarkhi (hierarchical)
- model data jaringan (network)

Komponen Bahasa dalam DBMS

Data Definition Language (DDL)
Struktur / skema basis data yang menggambarkan / mewakili desain
basis data secara keseluruhan dispesifikasikan dengan bahasa khusus yaitu
DDL. Dengan bahasa ini kita dapat membuat tabel (create table) baru, indeks,
mengubah table, menentukan struktur penyimpanan table, dan lainnya. Hasil
dari kompilasi perintah DDL, adalah kumpulan table yang disimpan dalam file
khusus yang disebut kamus data (data dictionary).

Data Manipulation Language (DML)
Bentuk bahasa basis data untuk melakukan menipulasi dan pengambilan
data pada suatu basis data. Manipulasi data pada dabase dapat berupa :
1). Penyisipan / penambahan data pada file / table dalam suatu basis data.
2). Penghapusan data pada file / table dalam suatu basis data.
3). Pengubahan data pada file / table dalam suatu basis data.
4). Penelusuran data pada file / table dalam suatu basis data.

· Konsep Basis Data
Basis data terdiri dari dua kata yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai tempat berkumpul, markas atau sarang, sedangkan data suatu fakta dari dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti kaset ( lagu, penyanyi, pencipta dan lain-lain ) atau kendaraan (mobil, motor, bus, dan lain-lain). Basis data dan lemari kaset memiliki prinsip kerja dan tujuan yang sama, yaitu pengaturan, kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan suatu objek.
Pengaturan yang dilakukan pada lemari kaset merupakan pengaturan secara manual di mana pengaturan tersebut dapat diaplikasikan dalam ke dalam suatu data abstrak yang berisi karakteristik dari suatu kaset dan disimpan didalam suatu basis data atau tempat penyimpanan data tau file. Sehingga perbedaannya ada pada media penyimpanannya. Basis data menggunakan media penyimpanan elektronis sedangkan kaset menggunakan lemari untuk media penyimpanannya. Perbedaan ini akan mengakibatkan perbedaan-perbedaan lainnya seperti jenis metode cara yang digunakan dalam upaya penyimpanan atau jumlah yang akan disimpan.
Sebuah basis data dapat dipandang sebagai suatu jenis filing cabinet elektronik yang disebut juga sebuah tempat penyimpanan untuk files data yang terkomputerisasi.

Operasi Dasar Basis data
Pembuatan basis data (create database)
Penghapusan basis data (drop database)
Pembuatan file/tabel (create table)
Penghapusan file/tabel (drop table)
Pengubahan tabel (Update …)
Penambahan/pengisian (Insert …)
Pengambilan data (Retrieve/search)


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Basis data atau juga disebut database artinya berbasiskan pada data, tetapi secara konseptual, database diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data-data yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu secara logis, sehingga menghasilkan informasi. Untuk mengelola dan memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Basis Data atau juga disebut Database Management System (DBMS). Penggabungan Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data.
Komponen dasar dalam pembuatan basis data dengan adanya data, hardware, software, dan user. Istilah-istilah dalam basis data juga seyogyanya kita tahu, yaitu: enterprise, entitas, atribut, nilai data, kunci elemen data, record data.



DAFTAR PUSTAKA