Laman

Sabtu, 31 Maret 2012

TUGAS 2 "KONSEP DEMOKRASI"


1.  Konsep Demokrasi
            Demokrasi berasal dari kata Yunani, Demos yang berarti rakyat dan kratia yang berarti pemerintahan. Demokrasi dapat diartikan Pemerintahan Dari, Oleh dan Untuk Rakyat. Maka, Legitimasi pemerintahannya adalah dari kemauan rakyat yang memilih dan mengontrolnya.
a.         Cermin demokrasi
·  Keabsahan berserikat dan berkumpul
·  Keabsahan berpendapat
·  Hak memilih dan dipilih
·  Kesempatan relatif terbuka untuk menduduki jabatan publik
·  Hak pemimpin untuk berkompetisi mendapat dan memberi dukungan
·  Alternatif sumber informasi
·  Pemilu yang bebas dan adil
·  Pembuatan kebijakan tergantung suara rakyat lewat pemungutan
b.         Demokrasi di Indonesia dalam UUD 1945
·  Undang-Undang Dasar 1945, menegaskan bahwa negara Indonesia menganut prinsip kedaulatan rakyat.
Rakyat menyerahkan kedaulatannya melalui MPR RI yang kemudian terjadi amandemen yang di syahkan 18 agustus 2002 dan kemudian kedaulatan rakyat ini diserahkan kepada DPR.
c.         Eksistensi Demokrasi di Indonesia
·  Indonesia adalah salah satu negara yang menjadikan demokrasi sebagai aturan dasarnya.
·  Sistem demokrasi yang dipakai dalam pemilu di Indonesia masih menggunakan sistem pemilihan demokrasi representatif.

2. Perkembangan Pendidikan
Pendidikan sudah sejak jaman dahulu kala menjadi salah satu bentuk usaha manusia dalam rangka mempertahankan keberlangsungan eksistensi kehidupan maupun budaya manusia itu sendiri. Dengan kata lain, pendidikan merupakan salah satu strategi budaya tertua bagi manusia untuk mempertahankan keberlangsungan eksistensinya. Dari waktu ke waktu maupun dari tempat ke tempat yang lain, atau dari teori ke teori yang lain, mengandung banyak gagasan, visi dan ideologi.
Pendidikan muncul dalam berbagai bentuk dan paham. Pendidikan banyak dipahami sebagai sebagai wahana untuk menyalurkan ilmu pengetahuan, alat pembentukan watak, alat pelatihan keterampilan, alat mengasah otak, serta media untuk meningkatkan keterampilan kerja. Sementara bagi paham lain, pendidikan lebih diyakini sebagai suatu media atau wahana untuk menanamkan nilai-nilai moral dan ajaran keagamaan, alat pembentukan kesadaran bangsa, alat meningkatkan taraf ekonomi, alat mengurangi kemiskinan, alat mengangkat status sosial, alat menguasai teknologi, serta media untuk menguak alam raya.Tidak sedikit pula, praktisi mapun pemikir pendidikan justru sebagai wahana untuk memanusiakan manusia, serta wahana untuk pembebasan manusia.
Berbagai kebudayaaan dan keyakinan umat manusia, sesungguhnya terus menerus berusaha untuk menjaga dan mempertahankan penyelenggaraan pendidikan secara turun temurun. Penyelenggaraan pendidikan selanjutnya menjadi kewajiban kemanusiaan maupun sebagai strategi budaya dalam rangka mempertahankan kehidupannya. Melihat begitu pentingnya pendidikan bagi umat manusia, banyak peradaban manusia yang “mewajibkan” masyarakatnya untuk tetap menjaga keberlangsungan pendidikan. Misalnya saja, bagi kalangan muslim ada tradisi keyakinan beragama yang berbunyi “menuntut ilmu itu merupakan kewajiban bagi kaum muslim lelaki maupun perempuan”, “ tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”, serta banyak anjuran lainnya tentang pentingnya pendidikan, baik yang bersumber dari Al-Qur’an maupun Al-Hadist.
Banyak tradisi dan keyakinan manusia menekankan akan pentingnya pendidikan dan mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu. Semua anjuran tersebut semata didasarkan karena keyakinan umat manusia akan terancam jika pendidikan diabaikan.
Dalam perjalanan peradaban manusia selanjutnya, mereka senantiasa manjaga dan melanjutkan tradisi pendidikan melalui berbagai bentuk dan institusi pendidikan. Masing-masing model dan bentuk pendidikan saling berlomba untuk mendidik manusia. Berbagai usaha yang dilakukan manusia untuk melakukan pendidikan tersebut lambat laun memunculkan berbagai model dan institusi pendidikan yang tercatat dalam sejarah pendidikan, sebagian besar bentuk dan institusi tersebut telah punah, namun beberapa masih tetap bertahan. Institusi pendidikan itu misalnya saja Academia di Yunani,Padepokan dan Pesantren di Jawa, Monastery di kalangan gereja, Madrasah di kangan masyarakat Muslim atau punSantiniketan di India, dan masih banyak lagi. Salah satu institusi pendidikan yang sekarang menjadi model yang dominan adalah dikenal dengan isitilah “Sekolah” atau pun “Universitas”.

Sabtu, 24 Maret 2012

Pendidikan Kewarganegaraan


A.              LATAR BELAKANG PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Latar Belakang diadakannya kewarganegaraan adalah bahwa semangat perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik, sedangkan dalam menghadapi globalisasi untuk mengisi kemerdekaan kita memerlukan perjuangan nono fisik sesuai dengan bidang profesi masing – masing. Perjuangan ini dilandasi oleh nilai – nilai perjuangan bangsa sehingga kita tetap memiliki wawasan dan kesadaran bernegara, sikap dan prilaku yang cinta tanah air dan mengutamakan persatuan serta kesatuan bangsa dalam rangka bela negara demi tetap utuh dan tegaknya NKRI.
Dengan itu kita sebagai generasi muda diharapkan menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan, wawasan nusantara serta ketahanan nasional dalam diri para mahasiswa sebagai calon sarjana yang sedang mengkaji dan akan menguasai IPTEK dan seni.

B.         LANDASAN HUKUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
1.UUD 1945
a. Pembukaan UUD 1945, alinea kedua dan keempat (cita-cita, tujuan dan aspirasi Bangsa Indonesia tentang kemerdekaanya).
b. Pasal 27 (1), kesamaan kedudukan Warganegara di dalam hukum dan pemerintahan.
c. Pasal 27 (3), hak dan kewajiban Warganegara dalam upaya bela negara.
d. Pasal 30 (1), hak dan kewajiban Warganegara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
e. Pasal 31 (1), hak Warganegara mendapatkan pendidikan.
2. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.
C. TUJUAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
1. Tujuan Umum. Memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warganegara dengan negara, hubungan antara warganegara dengan warganegara, dan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara agar menjadi warganegara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara.
2. Tujuan Khusus. Agar mahasiswa memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santun, jujur dan demokratis serta ikhlas sebagai Warganegara Republik Indonesia yang terdidik dan bertanggung jawab.
a. Agar mahasiswa menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dapat mengatasi dengan pemikiran kritis dan bertanggung jawab yang berlandaskan Pancasila, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional.
b. Agar mahasiswa memiliki sikap perilaku sesuai nilai-nilai kejuangan, cinta tanah air, rela berkorban bagi nusa dan bangsa.
D. PENGERTIAN BANGSA DAN NEGARA

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu dimuka bumi.
Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang sama–sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia, atau bisa diartikan sebagai satu perserikatan yang melaksanakan satu pemerintahan melalui hukum yang mengikat masyarakat dengan kekuasaan untuk memaksa bagi ketertiban sosial.
E. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA
A. Hak Warga Negara Indonesia
1. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum.
2. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
3. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan
4. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai
5. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran
6. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri dari serangan musuh
7. Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku
B. Kewajiban Warga Negara Indonesia
1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh
2. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda)
3. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya
4. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara indonesia
5. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik






Senin, 12 Maret 2012

Perusahaan Distro C59


A.     A.SEJARAH BERDIRINYA PABRIK C59
Berawal dari keberanian pasangan Marius Widyarto Wiwied (owner C59) dan Maria Goretti (istri dari Mas Wiwied), yang membeli satu mesin jahit dan dua mesin obras, uang yang merupakan hasil dari menjual kado pernikahan mereka pada 12 Oktober 1980 silam, didirikanlah perusahaan C59 yang kemudian pada setiap tanggal tersebut diperingati hari Ulang Tahun C59.
Nama perusahaan C59 sendiri berasal dari alamat rumah, dimana Pak Wiwied dan Ibu Maria pertama kali tinggal, yaitu Jl.Caladi No.59 Bandung. Pada awalnya bisnis C59 pertama kali adalah melayani pesanan T-shirt bergambar yang pada masa itu teknik pengerjaannya masih manual, belum menggunakan computer.
Baru pada tahun 1985, C59 mulai menunjukan keunggulan dari segi bahan T-shirt, jenis sablon, dan teknik pisah warna hingga produknya dapat dikenal di Bandung dan Jakarta.
Tahun 1990, C59 semakin berkembang dengan membangun pabrik dan fasilitas modern, bersamaan dengan dibangunnya took retail (showroom) yang pertama di Jl.Tikukur No.10.
Periode 1993-1994 C59 berdiri secara sah sebagai perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan Bpk.Marius Widyarto Wiwied, sebagai Direktur Utama (hingga saat ini), yang dilanjutkan dengan melakukan ekspansi kebeberapa kota di Indonesia, dengan mendirikan took sendiri dan menjalin kerja sama dengan Ramayana Depart.Store sebagai saluran distribusi yaitu : Jakarta, Balikpapan, Yogyakarta, Ujung Pandang, Lampung, Malang.
Tahun 1996, C59 memperoleh penghargaan Upakarti untuk kategori Usaha Kecil Menengah (UKM).
Tahun 1999, PT.C59 memenangkan penghargaan internasional Merit Award untuk kategori tema : Kalender Terbaik (Best Calender Theme).
Tahun 2000, pada usia ke-20 C59 mulai memasarkan produknya ke Eropa Tengah seperti : Ceko, Slovakia dan Germany). Sedangkan untuk mengembangkan pasar lokal nasional C59 menjalin kerja sama dengan Matahari Department Store. Konsep dan varian produknya juga berubah dari “Basic T-shirt” atau kaos oblong menjadi “Fashion Apparel” dengan segmentasi kalangan remaja usia 14-24 tahun.
Tahun 2001, C59 memperoleh peringkat pertama di ajang penghargaan Enterprise 50 (50 UKM Nasional Terbaik) yang diselenggarakan oleh Accenture dan Majalah SWA
Ketika tahun 2002-2003, PT.Caladi Lima Sembilan andil peran dalam trend para kawulamuda, dengan mengadakan C59 Street Fiesta, yang digelar di 3 kota besar dijawa, antara lain Bandung, Surabaya, Yogyakarta.
  Pada tahun 2004, C59 sesuai selogannya “Express Your Style”, C59 ikut ambil bagian dalam mengekspresikan music anak muda, dalam saing Indonesian Idol, berkerjasama dengan sebuah RCTI dan Fremantle Media Enterprises, Ltd. (penyelenggara acara reality show dari Amerika)
Tahun 2007, C59 mendapat penghargaan Hade Award dari dinas perindustrian Jawa Barat, dan KICK (Kreative Independent Clothing Kommunity), sebagai pelopor perclothingan di Bandung Jawa Barat.

B.   VISI DAN MISI PERUSAHAAN
PT.Caladi Lima Sembilan (C59) mempunyai visi sebagai berikut : Bisnis C59 adalah memasarkan produk C59 yang didesain, dikonsep, dicetak dan dipasarkan oleh C59. Dengan kata lain produk asli C59. Untuk menjawab kebutuhan pasar, maka C59 mengembangkan bisnis retailnya dengan mendirikan showroom dan berkerjasama dengan outlet-outlet di Indonesia yang berskala nasional (Matahari Dept.Store & Ramayana Dept.Store), sedangkan showroom-showroom C59 tersebar dibeberapa kota di Indonesia seperti tercantum di “Our Bussiness Location & Distribution”.
Sedangkan Misi PT.Caladi lima Sembilan (C59) adalah suatu bentuk bisnis dimana andalah pencipta ide, konsep dan desain. C59 hanyalah perantara untuk menjadikan konsep anda atau melukiskan konsep anda kedalam T-Shirt, Jacket, Sweater dan Asesories.

C.   LOKASI USAHA
Jalan Cigadung Raya Timur No.107 Bandung 40191
Telepon. 022-2506640 / 022-2504718
Fax. 022-2501159

D.   PROSES PRODUKSI

1.        POTONG
Proses potong merupakan proses pertama yang dilakukan, dalam proses ini keterangan pada lembar kerja direalisasi kedalam bentuk potongan kaos sesuai dengan model yang diminta. Jumlah potongan yang dapat dihasilkan dalam sehari kurang lebih 2500 potong untuk oblong biasa.
 Tata cara yang dilakukan oleh operator potong sebelum kain tersebut dipotong adalah sebagai berikut :
·      Memeriksa lembar kerja perintah kerja potong yang bertujuan untuk mempersiapkan jenis bahan atau kain yang dipotong sesuai permintaan.
·      Bahan yang sudah disiapkan tersebut, dihampar pada meja potong sampai dengan jumlah potongan yang diminta.
·                Dipola, yaitu bahan tersebut digambar modelnya diatas kain yang paling atas dengan memakai sejenis kapur.
·                Cutting, yaitu bahan yang sudah dipola tersebut dipotong mengikuti pola yang sudah ada.
·                Bahan yang sudah dipotong dipisah-pisah sesuai keterangan warna bahan perorder, karena pada saat memotong bisa terdiri dari beberapa order. Bahan tersebut selanjutnya diberi kode dengan menempelkan nomor order pada selembaran kertas diujung ikatan kain, supaya tidak tercampur.

2.             SORTIR
Tujuan dari proses ini adalah untuk menghindari adanya cacat kain, sebelum bahan tersebut disablon baik berupa goresan maupun lubang-lubang, juga untuk lebih memudahkan bagian sablon dalam proses printing, karena dibagian sortir badan kain yang disablon sudah dipisah sesuai keterangan pada Lembar Kerja Order
3.             GAMBAR
Dari sekian yang ada nampaknya bagian ini yang paling vital, karena didalamnya terdapat beberapa unsure yang sangat berhubungan dengan bagian yang lainnya mulai dari afdruk, stel, sablon serta keindahan dari gambar yang dihasilkan. Waktu yang diperlukan untuk bagian ini dalam kondisi normal adalah 2-3 hari. 
  4. AFDRUK
Untuk gambar yang sudah menjadi klise berarti sudah siap untuk diafdruk. Klise tersebut harus disortir dahulu yang bertujuan untuk menentukan ukuran screen yang akan dipakai. Penentuan ukuran screen ini disesuaikan dengan besarnya gambar yang akan dicetak. Dalam proses afdruk ada beberapa tahap yang harus ditempuh sebelum screen siap distel, diantaranya :
·         Penyortiran gambar (seperti uraian diatas)
·         Pemolesan scree dengan SUPER-X yang bertujuan agar gambar dari klise yang akan diafdruk bisa keluar, tetapi terlebih dahulu harus dikeringkan lagi setelah proses pemolesan tersebut.
·         Penyinaran yang bertujuan menyinari screen yang sudah ditempeli dengan klise agar gambarnya bisa keluar atau ada dalam screen.
·         Penyemprotan, dalam tahap ini screen yang sudah selesai disinari, disemprotkan dengan air agar partikel-partikel screen (monil) dapat lepas sehingga membentuk gambar seperti pada klise. Dalam proses ini operator harus berhati-hati supaya screen tidak sampai jebol atau rusak.
·         Pengeringan sekaligus penambalan. Screen yang masih dalam keadaan basah setelah disemprot, dijemur atau dioven agar kering, yang selanjutnya screen tersebut ditambal dengan sejenis obat yang berguna menutup screen yang bocor dan bilamana proses tersebut sudah selesai berarti sudah siap untuk distel. 
5. STEL
Tujuan dari proses ini agar gambar yang disablon letak gambarnya bisa pasantara tiap warna karena dalam satu gambar bisa terdiri dari beberapa warna. Cara yang biasa dilakukan biasanya dengan mencoba menyablonnya pada selembar kain putih agar hasil sablonnya bisa lebih jelas kelihatannya. Kemudian tiap screen yang akan distel posisi gambarnya dibuat pas dengan gambar pada kain tersebut. Kapasitas stelnormal sehari mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB adalah 24 order. Waktu yang diperlukan proses ini 1 (satu) hari dalam kondisi normal.  
 6.SABLON
Proses ini dapat terlaksana bila didukung oleh 3 faktor yaitu bahan yang akan disablon, obat, dan screen yang akan distel. Untuk setiap operator sablon didampingi oleh dua orang pembantuk/knek, bilamana satu knek atau sebaliknya tidak hadir, proses tersebut tidak bisa jalan, sehingga kerjasama dan kekompakan sangat perlu pada bagian ini, mengingat system kerjanya Team Work. Kapasitas normal untuk bagian sablon per hari dapat mencapai 8000 potong, sudah termasuk TS (tanpa sambungan) untuk interval waktu 24 jam.
7.PRESS/SETRIKA
Pada tahap ini bahan yang sudah disablon harus dipress terlebih dahulu agar hasil sablonannya lebih bisa tahan lama dan tidak bau obat/cat sablon.
Dalam proses ini nampaknya tidak terlalu banyak kendala yang berarti dan waktu yang diperlukan adalah 1 hari dengan kapasitas perhari mencapai 3000-4000 potong. 
 8.JAHIT/OBRAS
Bahan atau kain yang sudah disablon disambung agar menjadi kaos yang sudah jadi (siap pakai). Perlu diketahui sebelu diobras, kain yang siap terseebut dicocokkan dahulu kode bahannya, karena untuk setiap pemotongan bahan, warna kainnya tidak bisa sama (tidak matching.
9.FINISHING
Tujuan dari proses ini adalah untuk membersihkan kaos/oblong dari benang ataupun kotor-kotor yang masih bisa dibersihkan dan untuk merapikan kaos/oblong tersebut dilipat untuk selanjutnya dimasukan kedalam plastic seal sampai dengan siap paket atau kirim.
10. PAKET
Paket ini merupakan proses paling akhir dari rangkaian proses produksi yang ada, dan barang yang sudah packing dari bagian finishing dikirim kesetiap cabang dengan cara dikirim langsung oleh bagian ekspedisi/paket atau bisa dengan melalui jasa pengiriman.

Perusahaan Tahu Susu lembang



A. Sejarah Tahu Susu Lembang

Tahu susu lembang pertama kali didirikan oleh Perry Tristianto  pada tanggal 21 desember 2008 yang terletak di Jalan Raya Lembang 177, Kabupaten Bandung Barat, dan mulai beroperasi pada bulan Desember 2008. Selain memang lingkungannya yang sejuk dan nyaman, wisata ini juga kental dengan konsep naturalisnya. Ide ini muncul ketika si pemilik aktif di KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Jawa Barat bidang UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).
Tahu Lembang merupakan kawasan wisata kuliner keluarga yang berada dalam corporate THE BIG PRICE CUT GROUP. Dimana dalam menjalankan kegiatan operasional sehari–hari tahu lembang berjalan secara mandiri, meskipun begitu tahu tahu lembang tetap mendapatkan pengawasan dari pihak corporate. POM tahu lembang ( Pusat Orang Makan Tahu ) memiliki produk unggulan yaitu Tahu Susu, Tahu Susu ini dibuat dalam tiga varian bentuk yaitu bentuk tahu kotak kecil untuk tahu goreng, tahu kotak buntel dan takus, serta bentuk takus panjang yang kita jual dalam keadaan mentah. 
Kawasan wisata kuliner Tahu Lembang di buka mulai pukul 08.00 WIB sampai 21.00 WIB. Ruang pabrik tahu susu didesain dengan terbuka, agar konsumen dapat melihat secara langsung proses pembuatannya.
Konsep penjualannya juga tidak biasa, melainkan dengan konsep drive thru, dimana si pembeli tidak perlu repot-repot untuk turun dari kendaraannya. Mereka bisa langsung memesan paket tahu sesuai dengan selera masing-masing.
Selain menjual tahu, Kawasan kuliner tahu lembang ini tidak hanya memberikan suasana atau pemandangan alam yang sejuk dan asri tetapi kami juga menawarkan berbagai fasilitas Outdoor Activities yang mengasyikan di lahan seluas
dua hektar seperti drive thru, pabrik tahu susu, resto, jajanan pasar tradisional, Out Bound, SPBU, rest area, toilet dan lain-lain.


B. Lokasi usaha tahu susu lembang

Lokasi Tahu Susu Lembang sangatlah luas. Lahan 2 hektar yang awalnya sebuah kandang kuda itu sekarang berubah menjadi sebuah tempat wisata keluarga yang nyaman untuk dijadikan tempat rekreasi sambil menikmati kuliner unik yaitu tahu susu.
Tempat ini di design dengan konsep wisata. Bagian depan sengaja dibuat menyerupai SPBU, hal ini sebenarnya tidak bermaksud untuk menipu konsumen, akan tetapi bertujuan agar memudahkan konsumen dalam membeli produk tahu susu tersebut, dengan konsep seperti ini konsumen dapat dengan mudah membeli tahu susu tanpa harus menghentikan mesin kendaraan dan turun dari kendaraan mereka. Konsep tempat dan cara transaksi yang diterapkan ini memang sangat unik. Ketika memasuki wilayah TSL, pengunjung akan disambut layaknya memasuki area SPBU, tapi bertuliskan POM Tahu. POM Tahu tersebut merupakan kepanjangan dari Pusat Orang Makan Tahu.
POM Tahu Lembang (Pusat Orang Makan Tahu) memiliki produk unggulan yaitu tahu susu. Tahu susu ini dibuat dalam tiga jenis varian bentuk yaitu bentuk tahu kotak kecil untuk tahu goreng. Tahu kotak buntel dan takus serta bentuk takus panjang yang dijual dalam keadaan metah. Kawasan kuliner tahu lembang tidak hanya memberikan suasana atau pemandangan alam yang sejuk dan asri, tetapi juga menawarkan berbagai fasilitas outdoor activities yang mengasyikan.


C. Kapasitas produksi

Setiap hari, TSL memproduksi tahunya di tempat. Jumlah produksinya sangat relatif, antara 5 ribu (hari biasa) hingga 20 ribu (hari libur) tahu. Harga yang ditetapkan yaitu Rp 10 ribu untuk tahu goring/10 pcs, tahu bungkus, atau tahu bantal/5 pcs, dan Rp 15 ribu untuk tahu cetak atau takus/10 pcs. Akan tetapi, karena terbuat dari bahan alami dan tanpa bahan pengawet, maka tahu susu ini hanya tahan selama 2 hari setelah produksi.
Tak hanya memikirkan soal rasa, kemasan TSL juga diusahakan tampil semenarik mungkin. TSL mengemas produk mereka dalam bentuk kemasan kue brownies untuk tahu cetak dan besek bambu untuk tahu bantal. Kemasan ini bertujuan agar menarik minat konsumen untuk membeli produk TSL.
·            Operasional
Seperti yang kita tahu, alam suatu proses produksi pasti akan meninggalkan limbah produksi. Begitu pula dengan TSL. Dalam proses pembuatan tahu susu ini, ada 2 jenis limbah yaitu limbah kering dan limbah cair. untuk limbah kering yang merupakan ampas kedelai ini TSL bekerja sama dengan peternak sapi, ampas ini diberikan kepada peternak untuk dijadikan pakan sapi agar sapi tersebut dapat terus menghasilkan susu murni yang merupakan salah satu bahan baku dalam pembuatan tahu susu. Sedangkan untuk limbah cairnya, TSL membuat sumur resapan agar limbah ini tidak mencemari lingkungan sekitar. Selain cara penanggulangan seperti itu, TSL juga menjalin kerjasama dengan ITB untuk mengolah limbah tersebut menjadi makanan seperti abon dan nata de coco. Dengan demikian TSL tidak mengalami kesulitan dalam penanganan limbah produksinya.
Lokasinya yang berada di kawasan wisata Lembang membuat POM TSL ramai dikunjungi para wisatawan. Untuk memasuki area pabrik tahu dan area outbond para pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- yang dapat ditukarkan dengan segelas susu kedelai. Bagi pengunjung yang singgah, di Wisata Tahu Lembang juga tersedia berbagai fasilitas lain seperti becak mini, all terrain vehicle (ATV), lorong sesat, balon raksasa, motorcross anak, serta adventure fun game yang terdiri dari papan panjat, jembatan tali, dan menuruni jaring.


D. Cara pemasaran dan perkembangan pemasaran

Dalam memasarkan produknya, TSL menerapkan sistem tunggu bola. Artinya, mereka akan diam di satu tempat dan membiarkan konsumen yang datang langsung ke tempat mereka untuk membeli tahu susu tersebut. Selain itu, TSL juga menjalin bekerjasama dengan beberapa agen tour & travel untuk mempromosikan tempat wisata TSL ini. Karena sang pemilik Tahu Susu Lembang ini juga sebelumnya telah membuka rumah makan ditempat lain, maka beliau juga memasarkan produk tahu susu ini ditempat-tempat makan beliau yang lainnya. Untuk saat ini, Tahu Susu Lembang belum memiliki rencana untuk membuka cabang pabrik pembuatan tahu di tempat lain. Pembukaan cabang hanya dilakukan untuk agen pemasaran produk saja.


E. Teknologi Yang Digunakan

Tekhnologi dalam pembuatan Tahu Susu Lembang ini menurut saya masih memakai alat” yang tradisional seperti :
-          Tong Pencucian
-          Mesin Giling
-          Tungku Perebusan
-          Tong Kayu
-          Tong Plastik
-          Saringan Besar & Kecil
-          Serok Cetak
-          Cetakan
-          Kayu Pengaduk
-          Tangok
-          Kain Saring
-          Kain Cetakan
-          Tampir


F. Kendala dalam proses produksi

·         Proses pembuatan Tahu Susu Lembang yang masih menggunakan alat-alat produksi tardisional sehingga memakan waktu lama untuk mendapatkan hasil produksi
·         Penempatan kerjanya kurang konsisten.
·         Peralatan yang tidak diperlukan dalam proses produksi sebaiknya tidak diletakkan diruang produksi


G.G. Strategi Pemasaran

Dalam memasarkan produknya, TSL menerapkan sistem tunggu bola. Artinya, mereka akan diam di satu tempat dan membiarkan konsumen yang datang langsung ke tempat mereka untuk membeli tahu susu tersebut. Selain itu, TSL juga menjalin bekerjasama dengan beberapa agen tour & travel untuk mempromosikan tempat wisata TSL ini. Karena sang pemilik Tahu Susu Lembang ini juga sebelumnya telah membuka rumah makan ditempat lain, maka beliau juga memasarkan produk tahu susu ini ditempat-tempat makan beliau yang lainnya. Untuk saat ini, Tahu Susu Lembang belum memiliki rencana untuk membuka cabang pabrik pembuatan tahu di tempat lain. Pembukaan cabang hanya dilakukan untuk agen pemasaran produk saja.


H. Kendala umum Tahu Susu lembang :

Pihak Tahu Susu Lembang seringkali mengalami  kewalahan ketika memenuhi pesanan para pelanggan yang membanjiri POM Tahu Susu, ini disebabkan karena jumlah pegawai yang hanya berjumlah 40-50 orang termasuk bagian produksi tidak sebanding dengan customer yang berkunjung , terlebih lagi ketika weekend  (sabtu,minggu).


I. Kiat-kiat usaha


Sebagai pengusaha yang sukses, untuk mencapai kesuksesannya yang dicapai sekarang ini perry tristianto lebih memilih menciptakan pasar yang belum ada daripada harus masuk kedalam pasar.